Habibie sang genius dari indonesia

Di Bidang Teknologi.

Habibie, meraih gelar Doktor Mesin Konstruksi Pesawat Terbang, CUM LAUDE
bernilai 10 dari suatu perguruan tinggi di Jerman. Habibie pula yang menemukan
“Rumus Habibie” tentang “Crack/Retak” pesawat yang oleh ilmuwan international
senantiasa dipakai sebagai acuan untuk perhitungan mereka.

Karisma ilmiah Habibie jelas membawa dampak besar khususnya bila berhadapan
dengan bangsa asing yang berusaha ingin mencaplok kemewahan alam kita ini. Di
era global yang tidak dapat dihindari, kekuasaan modal dan pikiran akan
menjadi hantu yang menakutkan bagi negara-negara yang tingkat pengusaan modal
dan pikirannya terbelakang! Habibie punya kapasitas yang cukup bagi bangsa
kita untuk menjadi tameng serbuan mereka.

Bahkan Saya pernah menulis bahwa Kwik yang menjadi kendaraan bagi Mega untuk
berlari ternyata KEOK ketika menghadapi utusan IMF. Kwik tidak mempunyai
karisma ilmiah yang cukup untuk menghadapi utusan IMF yang punya kharisma
ilmiah di tingkat internasional. Apalagi Megawati? Masih mending Suharto yang
HANYA bikin kebangkrutan yang dapat diperbaiki, kalau Megawati yang jadi
Presiden maka kekayaan negara ini akan menjadi milik sepenuhnya si Mata Biru
Kulit Putih atau si Mata Sipit Kulit Putih. Bangkrut total deh, lebih baik
Anda segera migrasi ke negara lain!

Di Bidang Ekonomi.

Gagasannya yang dulu sering dimuat di berbagai surat kabar, ditentang
habis-habisan oleh ekonom lulusan fakultas ekonomi. Habibie menentang arogansi
ahli ekonomi yang lebih menyukai perhitungan moneter ketimbang riel. Ekonom
semacam ini telah begitu subur tumbuh di masa Suharto berkuasa, termasuk Kwik
Kian Gie juga ikut menentang gagasan tersebut.

Bayangkan! Habibie punya gagasan bahwa bunga bank harus dibawah 10% agar
kegiatan usaha riel dapat berkembang! Herannya gagasan ini ditentang habis
oleh ilmuwan ekonom. Dengan berbagai dalih bahwa keseimbangan ekonomi tercapai
bila S=I (Saving = Investment) maka teori habibie dianggap omong kosong
belaka. Begitulah ekonom kita, lebih menyukai perhitungan matematis ketimbang
kenyataan!

Inilah obsesi Habibie di bidang ekonomi. Saya menunggu tercapainya obsesi
Habibie ini untuk melihat terbuktinya hepotesis bahwa tingkat bunga yang
rendah lebih baik bagi perekonomian negara ini. Saat ini, Habibie telah
memangkas tingkat bunga dari 65% pada saat Beliau baru jadi Presiden hingga
menjadi 20% dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun. Jika hingga akhir tahun
ini belum juga tercapai tingkat bunga dibawah 10% mari kita relakan Habibie
sebagai Presiden Periode mendatang!
Kalau Megawati yang jadi Presiden, maka ekonomnya adalah Kwik Kian Gie, ini
berarti tidak akan ada perubahan yang drastis jika dibandingkan dengan saat
kepemimpinan Suharto. Percayalah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: