“Cerita cinta yang tulus”

March 8, 2009

cerita ni didapat dari web sebelah…hehe..

semoga cerita ini bisa jadi pelajaran buat kita semua…

Aku seorang istri dan belum dikarunia anak, usia pernikahan kami sudah berjalan selama lima tahun. Perkenalanku dengan Pram (bukan nama sebenarnya) berlangsung dalam situasi yang sangat romantis, demikianpun ketika kami menjalani masa pacaran. Masa-masa itu buatku adalah masa-masa paling indah dalam sejarah hidupku. Pram adalah laki-laki yang menjadi dambaaku, secara fisik maupun sifatnya yang alami. Dan alasan itu pulalah yang membuatku akhirnya menerima pinangannya.

Namun setelah menjalani pernikahan selama lima tahun, aku mulai merasakan kejenuhan. Alasan-alasanku mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Terus terang aku adalah tipe perempuan yang sangat sentimentil dan sensitif. Aku merindukan saat-saat romantis seperti waktu kami masih berpacaran. Suamiku saat ini sangat berbeda dari apa yang kuharapkan, dan aku mulai mencurigai perubahannya.

Hingga akhirnya aku mengajukan perceraian kepadanya. Saat itu ia sangat terkejut, karena sebelumnya kami memang tak bertengkar. “Mengapa, salahku apa Nen?” tanyanya bingung. “Aku lelah mas, kamu tak bisa lagi memberikan cinta yang kuinginkan,” jawabku sekenanya. Ia memang langsung terdiam dan termenung. Sepanjang malam itu ia sepertinya sulit untuk memejamkan matanya.

Keesokan harinya ia kembali mempertanyakan alasan mengapa aku minta bercerai. “Nen, apa yang bisa aku lakukan agar kamu mau merubah pikiranmu itu, aku merasa aku telah memenuhi kewajibanku sebagai suami, bisakah kamu menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya,” ia bertanya dengan ekspresi wajah yang tak berubah. Kekecewaanku semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa aku harapkan darinya?

Aku menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan. “Aku punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam perasaanku, aku akan mengubah pikiranku. Seandainya, aku menyukai sesuatu dan sesuatu itu amat sulit untuk diwujudkan kecuali dengan berkorban nyawa, apakah kamu mau mewujudkannya untukku?”

Aku memang tak mendapatkan jawabannya malam itu, bahkan aku tak bisa menemuinya keesokan harinya, ia menghilang dan pergi tanpa pamit. Yang bisa kutemui hanya sepucuk surat berwarna pink di atas bantal.

“Sayangku, harus aku katakan bahwa aku tak bisa mewujudkan apa yang kau sukai, karena itu akan membuatku mati, tapi aku ingin kau tauh bahwa aku sangat mencintaimu, lebih dari yang kamu kira,”

Sungguh kalimat pertama itu membuatku hampir frustasi, tapi aku terus membaca kalimat demi kalimat selanjutnya.

“Sayangku, apa kamu tak pernah sadar, jika setiap hari aku harus pergi pagi dan pulang larut malam, mengorbankan semua kesukaanku akan kebebasan hanya untuk kamu, apakah kamu tak pernah mengerti ketika kamu sakit aku yang selalu menyentuh tubuhmu dengan lembut melalui tanganku, apakah kamu tak mengerti bahwa suara dari mulutku, selalu kuberikan untuk menghibur kamu saat kamu mengalami kejenuhan akan hari-harimu.”

“Sayangku, apakah kamu sadar, setiap hari aku harus berjuang memalingkan wajah dan mataku dari perempuan-perempuan lain yang mungkin saja bisa menggodaku, aku harus menyegarkan mataku dengan tidak terlalu sering menonton televisi seperti yang kamu lakukan, agar kelak mataku masih bisa menatap kecantikanmu saat kita tua.”

“Tetapi Sayang, aku tidak akan bisa mewujudkan keinginanmu yang hanya akan mengorbankan nyawaku. Karena, aku tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayang, aku tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih daripada aku mencintaimu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tanganku, kakiku, mataku tidak cukup buatmu, aku tidak bisa menahanmu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Setetes demi setetes air mataku jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi pudar, tetapi aku tetap berusaha untuk terus membacanya. “Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawabanku. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, aku sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu. Tetapi jika kamu tidak puas dengan jawabanku ini, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku adalah bila kamu bahagia.”

Aku segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang segelas susu dan roti kesukaanku, aku lalu memeluknya. Kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintaiku lebih daripada dia mencintaiku dan aku mulai merasa takut kehilangannya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan, karena merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus mengorbankan nyawa. (rn)

from : awallokita.blogspot.com

Advertisements

Kriteria teman yang baik..

February 13, 2009

pernahkah kalian merasa tidak sejalan dengan sifat dan perilaku dari teman kalian..?

kok kayanya sikap dia udah keterlaluan..??udah parah banget..?

yupz betul banget emang kita ga punya hak untuk melarangnya..karena teman kita juga punya hak asasi..hhe..

coba deh untuk sejenak renungkan hal-hal dibawah ini…

apakah teman kalian adalah kriteria teman yang baik..??

kriteria teman yang baik ialah sebgai berikut (versi gw sendirilah menurut pengalaman dan perasaan aja c..) :

1.Dia Ramah terhadap semua orang & tidak membedakan pertemanan

2.dia memiliki banyak teman

3.Jika dia mendengar cerita & keluh kesah dari temannya maka dia akan memotivasinya dan mendukungnya..

4.dia tidak pernah membicarakan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang dibicarakan

5.dia tidak pernah sombong dan merendahkan orang lain

6.memuji dengan tepat dan tidak berlebihan

mungkin seperti itulah kriteria teman yang baik…

jika ada teman yang seperti itu..tahu sendiri kan?apa yang harus dilakukan?hehe..^_^


Sahabat..

February 13, 2009

Siapakah yang pantas dijadikan seorang sahabat bagi anda??pernahkah terpikir begitu..

Dialah orang yang menerima mu dengan rasa hormat pada awal perkenalan,memberikan senyumnya dengan tulus,memberikan nasehat dengan tepat tanpa bermaksud menjatuhkan,dialah orang yang percaya dengan kamu,menghargai kelebihan dan kekurangan kamu,segala hal yang dapat dia bagi akan diberikannya.. itulah sahabat yang sebenarnya..

jika anda sudah menemukan teman seperi itu,jangan pernah kecewakan dia..karena kepercayaan itu mahal harganya..kamu tidak akan mampu membelinya dan mengembalikan kadarnya seperti sedia kala..^_^


Life without complaints..

November 15, 2008

If you think you are unhappy, look at them

image001.jpg@01C93082.88381BB0

If you think your salary is low, how about her?

image002.jpg@01C93082.88381BB0

If you think you don’t have many friends…
image003.jpg@01C93082.88381BB0

If you think study is a burden, how about her?

image004.jpg@01C93082.88381BB0

When you feel like giving up, think of this man

image005.jpg@01C93082.88381BB0

If you think you suffer in life, do you suffer as much as he does?

image006.jpg@01C93082.88381BB0

If you complain about your transport system, how about them?

image007.jpg@01C93082.88381BB0

If your society is unfair to you, how about her?

image008.gif@01C93082.88381BB0

Enjoy life how it is and as it comes

Things are worse for others and is a lot better for us J

There are many things in your life that will catch your eye
but only a few will catch your heart….pursue those…

This email needs to circulate forever…:



image009.jpg@01C93082.88381BB0



image010.jpg@01C93082.88381BB0



image011.jpg@01C93082.88381BB0



image012.jpg@01C93082.88381BB0



image013.jpg@01C93082.88381BB0



image014.jpg@01C93082.88381BB0



image015.jpg@01C93082.88381BB0



image016.jpg@01C93082.88381BB0

image017.jpg@01C93082.88381BB0



image018.jpg@01C93082.88381BB0



image019.jpg@01C93082.88381BB0



image020.jpg@01C93082.88381BB0

from : instrumen@yahoogroups.com


How often do u find the right person?

September 9, 2008

seberapa sering kamu nemuin teman,pacar atau sahabat yang menurut kalian itu adalah berdasarkan ketulusan..

bukan karena sesuatu mereka jadi temanmu/pacarmu/sahabtmu??

tapi karena ketulusan dan kepercayaan mereka memilihmu menjadi bagian darinya…